Transjakarta Beroperasi 24 Jam Mulai Juni 2014

Kebutuhan masyarakat DKI Jakarta terhadap angkutan umum malam hari dinilai telah mendesak. Merespons hal tersebut, Pemprov DKI segera merealisasikan pengoperasian bus Transjakarta hingga 24 jam. Kehadiran angkutan massal non-stop itu diharapkan dapat membantu mobilitas warga Ibu Kota yang sangat tinggi. 



 "Pengoperasian bus Transjakarta 24 jam segera dilakukan, namun kita menunggu armada Transjakarta cukup dulu. Yang siang saja belum cukup. Kita baru menambah 400-an armada di tahun 2014, dan mau beli 1.000 bus baru lagi biar jumlahnya sampai 3.000 unit," ujar Jokowi kepada wartawan di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (31/1). 

Jokowi menyetujui jalur busway menembus Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor. "Mulai 2015, busway menembus Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor," ujarnya. Lebih lanjut mantan Wali Kota Surakarta ini menambahkan, sekarang kebutuhan bus Transjakarta belum ideal, sehingga warga menunggu headway cukup lama. 

Bahkan, armada yang sudah lama beroperasi kondisinya mulai kurang nyaman, sehingga harus dilakukan rehabilitasi. "Yang tua-tua itu diperbaiki lagi dan dicat lagi biar bisa dipakai malam hari. Targetnya bus Transjakarta 24 jam beroperasi mulai pertengahan tahun ini (Juni-Red) atau tahun depan," katanya. Jokowi meyakini armada bus lama masih dapat digunakan sebagai angkutan malam hari Transjakarta. Namun, dia menekankan perlunya pengecekan rutin terhadap kondisi bus. 

Transjakarta nantinya akan dijadikan badan usaha milik daearah (BUMD). Ini dilakukan agar pengelolaannya dapat jauh lebih baik. "Saya kira kalau dikelola BUMD jauh lebih baik, lebih fleksibel, dan gampang maintenance," katanya. Terkait angkutan dari Jakarta ke kota penyangga, Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi telah menjalin kerja sama untuk mengatasi kemacetan. 

Kerja sama itu melalui pengoperasian angkutan perbatasan terintegrasi busway (APTB) jurusan Bekasi-Tanah Abang dan Bekasi-Dukuh Atas. Sebelumnya, Jakarta dan Bekasi bekerja sama dengan mengoperasikan APTB jurusan Bekasi-Pulogadung, bahkan dijajaki pula kerja sama jurusan Bekasi-Kampung Rambutan. Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristonoa mengatakan, setiap hari ada 6,9 juta perjalanan kendaraan dari Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. 

Yang terbanyak adalah dari Bekasi dengan 2,5 juta perjalanan oleh 1,3 juta jiwa atau 36,2 persen. Setiap hari ada 1,9 juta kendaraan masuk Ibu Kota dengan yang terbanyak juga berasal dari Bekasi. (Yon P) /suarakarya-online.com
Share on Google Plus

About Imam Mahmudi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.