Bekasi Belum Miliki Oleh-oleh Makanan Khas Jabar


 Rendahnya kontinuitas produsen makanan menjadi kendala perkembangan industri ini. Akibatnya, hingga saat ini Kota Bekasi masih belum memiliki makanan khas yang bisa dijadikan oleh-oleh andalan bagi para turis, baik dari dalam maupun luar negeri.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bekasi Amit Ryadi saat ditanyai alasan belum adanya oleh-oleh makanan khas Kota Bekasi. Pernyataan tersebut disampaikan Amit di sela penyelenggaraan lomba makanan etnik khas Bekasi di Balai Patriot, Kamis (21/2/13).

"Kontinuitas produksinya masih rendah. Saat dibutuhkan produk dalam skala besar, seringkali tak dapat memenuhinya. Akibatnya, pelaku industri makanan lokal ini tak dapat bersaing," katanya.

Kendala pelaku industri makanan ini dalam menjaga kontinuitas produk ini diakibatkan beragam hal. Baik dalam hal permodalan yang masih minim, keterbatasan tenaga kerja, hingga belum terciptanya kolektivitas antara pelaku usaha yang satu dengan yang lain.

"Bila kolektivitas ini telah terjalin, antar pelaku usaha bisa saling membantu manakala datang permintaan produk dalam jumlah besar," katanya.

Amit mengakui, sudah menjadi tugas Disperindagkop Kota Bekasi untuk terus memberikan pembinaan serta motivasi kepada mereka. Dorongan untuk membentuk koperasi merupakan salah satu upaya mengatasi keterbatasan tersebut.

"Selain mendorong pendirian koperasi produk kuliner, yang sudah kami lakukan ialah memfasilitasi pengurusan sertifikasi halal. Jaminan kehalalan produk kuliner memang merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan daya saing dan kepercayaan di kalangan konsumen," katanya.

Selain itu, ke depan, Disperindagkop juga akan mencoba memfasilitasi pendirian sentra makanan khas Bekasi yang bisa dijadikan etalase untuk mereka yang mencari buah tangan asal Kota Bekasi.

Perihal kebutuhan akan kehadiran sentra makanan khas ini disampaikan juga oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bekasi Gunarti. Menurutnya, cukup banyak makanan khas Kota Bekasi yang berpotensi dijadikan buah tangan andalan.

"Ada dodol, wajik, dan masih banyak lagi. Bilamana dikelola dengan baik dan difasilitasi sentra oleh-oleh khas Bekasi, pasti bisa dijadikan buah tangan. Makanan-makanan itu pun bisa segera melekat menjadi identitas oleh-oleh khas Bekasi," katanya. /pikiran-rakyat.com

Share on Google Plus

About Imam Mahmudi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.