30 Persen Penghuni Rusunawa di Bekasi Mengaku Diserang Tomcat

DUREN JAYA -- Serangga Tomcat menyerang hampir 30 persen penghuni Rumah Susun Sewa (Rusunawa) di Bekasi. Menurut Dedy, salah seorang penghuni, dari 94 kepala keluarga yang tinggal di rusunawa itu, sebagian mengaku sudah pernah digigit.

Menurut Dedy, Tomcat sudah menyerang sejak dua bulan lalu. "Pas masuk musim hujan jumlahnya berkurang, tapi beberapa minggu ini serangga itu jumlahnya semakin banyak," ujarnya

Dedy juga mengaku bahwa istrinya, Rosa, pernah di gigit. "Kalau saya di bagian leher, rasanya panas, perih dan kulit saya memerah,"ujar Rosa.

Awal mulanya warga mengira, serangga itu adalah jenis semut merah. Namun setelah maraknya pemberitaan di media, warga baru tahu bahwa serangga itu adalah jenis Tomcat.

"Warnanya belang-belang hitam dan merah. Panjangnya sekitar setengah senti, ujungnya lancip kaya kalajengking," terangnya.

Dedy menduga serangga jenis Tomcat itu berasal dari kebun di belakang rusunawa. Di tempat itu rumput tumbuh sangat lebat dan tidak terawat. "Serangga itu masuk kedalam kamar melalui ventilasi udara dan juga menempel di pakaian yang dijemur di depan kamar," katanya.

Saat akan tidur, tidak jarang warga menemukan banyak Tomcat di tempat tidur. "Harus dibersihkan dulu, sebelum tidur. Daripada nanti kena gigit atau cairannya yang perih," katanya.

Meski sudah banyak warga yang kena gigit, namun pengobatan sejauh ini hanya dilakukan seadanya baik di rumah sakit ataupun puskesmas setempat.

Share on Google Plus

About Imam Mahmudi

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.